Acara campaign fashion House of Vate bertajuk “GRAHA Official Fashion & Art Film Campaign 2026” sukses digelar pada Jumat, 23 Januari 2026 di Ballroom P7, Kuningan City. Kegiatan ini merupakan bentuk kampanye kreatif yang mengangkat konsep “Rumah Budaya Indonesia” sebagai simbol tempat bertumbuhnya identitas dan kreativitas anak muda, khususnya Generasi Z. Melalui acara ini, House of Vate ingin menunjukkan bahwa mencintai budaya lokal tidak berarti kehilangan jati diri di tengah modernisasi.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News

House of Vate merupakan model agency yang didirikan oleh Raka Zakaria, Aldo Lim, Daniel Alexandro Simanjuntak, dan Gilbert William. Agensi ini sudah berjalan selama empat tahun yang setiap tahunnya melahirkan House of Vate sebagai creative house dan komunitas tempat bernaungnya orang-orang kreatif. Rangkaian acara dimulai dengan fashion show yang menampilkan karya dari beberapa desainer, yaitu Dibba, Aksu, Danjyo Hiyoji, dan Srikaya yang disupport oleh. Setelah itu, ditayangkan video archive cut behind the scenes (BTS) yang memperlihatkan proses perjalanan proyek GRAHA selama satu tahun. Video tersebut menampilkan cerita, perjuangan, dan pengalaman para tim kreatif serta model dalam membangun kampanye ini dari awal hingga akhir.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News

Menurut Aldo Lim selaku Co-Founder House of Vate, tujuan utama dari campaign ini adalah metanoia, yaitu sebagai ajang showcase dan pengenalan model dalam konsep yang lebih personal dan dekat dengan budaya Indonesia yang mudah diterima oleh generasi muda, terlebih lagi GenZ yang di situasi seperti ini mudah sekali terkena pengaruh modernisasi. Konsep estetika Indonesia juga ditampilkan melalui subtema “Bhinneka Tunggal Ika”, dengan koreografi para model yang memadukan warna merah putih, kemudian subtema semangat “Gotong Royong”, hingga subtema “Kromo” nuansa budaya mistis yang khas dengan unsur tarian tradisional. Selain itu, penampilan bertema “Ayu” yang menggambarkan kecantikan perempuan turut diperkuat dengan pembacaan puisi “Apa Perempuan Dibuat?” karya Ayesha Sophie. Tidah hanya itu, di luar ballroom terdapat booth untuk berfoto dengan konsep model magazine bagi setiap partisipan yang hadir dan ingin berfoto.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News

Melalui kampanye GRAHA ini, House of Vate berharap dapat menjadi wadah kreatif yang mampu menyatukan seni, budaya, dan fashion dalam satu ruang kolaborasi. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan Indonesia. Dengan konsep yang modern namun tetap berakar pada nilai lokal, GRAHA menjadi bukti bahwa budaya Indonesia dapat terus hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

 

Artikel ditulis oleh Regina Valencia Elizabeth Kaunang