Novel “Taiwan Travelogue” karya Yáng Shuāng-zǐ berhasil memenangkan International Booker Prize 2026, penghargaan bergengsi yang diberikan setiap tahun kepada karya fiksi terbaik yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Pencapaian ini sekaligus mencatatkan sejarah baru, karena “Taiwan Travelogue” menjadi karya pertama yang diterjemahkan dari bahasa Mandarin yang berhasil meraih penghargaan tersebut. Yáng dan penerjemahnya, Lin King, juga menjadi penulis dan penerjemah berkebangsaan Taiwan serta Taiwan-Amerika pertama yang menang dalam awarding yang tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-10. Pengumuman pemenang dilakukan pada malam penghargaan yang digelar di London.
Novel ini mengisahkan Aoyama, seorang penulis dari Jepang, dan penerjemahnya dari Taiwan bernama Chizuru, dalam sebuah tur yang disponsori pemerintah kolonial Jepang di Taiwan. Sejak pertemuan pertama, perasaan kecil muncul di antara keduanya, namun dinamika kekuasaan yang melekat dalam hubungan mereka terbukti sulit dinavigasi. Ketua dewan juri Natasha Brown menyatakan bahwa novel ini berhasil menjalankan dua fungsi sekaligus: sebagai roman sekaligus novel pasca-kolonial yang tajam. Penerjemah Lin King pun menegaskan bahwa novel ini mencerminkan luasnya pengalaman manusia, yakni humor, makanan, romansa, dan pertengkaran kecil yang tetap ada bahkan di tengah periode sejarah yang sulit.
Sumber: Website/andothertories.org
Juri Booker memilih “Taiwan Travelogue” sebagai pemenang dari lima buku finalis yang diajukan penerbit, dengan enam diantaranya masuk daftar finalis. Lima novel lain yang masuk shortlist adalah “The Nights Are Quiet in Tehran” (Shida Bazyar), “She Who Remains” (Rene Karabash), “The Director” (Daniel Kehlmann), “On Earth as It Is Beneath” (Ana Paula Maia), dan “The Witch” (Marie NDiaye). Yáng dan Lin King membagi hadiah mereka senilai £50.000 atau sekitar $67.000.
Novel ini pertama kali terbit dalam bahasa Mandarin pada 2020 dan meraih penghargaan sastra tertinggi Taiwan, Golden Tripod Award, sebelum akhirnya menjadi pemenang dalam sejarah International Booker Prize sejak diluncurkan pada 2016. Sebelum meraih Booker Prize, Taiwan Travelogue juga telah mengantongi National Book Award for Literature in Translation pada 2024 dan Asia Society’s inaugural Baifang Schell Book Prize, serta akan segera diterbitkan dalam berbagai bahasa termasuk Jepang, Korea, Norwegia, Ukraina, Italia, dan Jerman.
Artikel ditulis oleh Regina Valencia Elizabeth Kaunang