Bagaimana jika kita bisa menjalani hari yang sama sebanyak dua kali? Pada kesempatan pertama, mungkin kita akan melewatinya seperti biasa. Namun pada kesempatan kedua, kita mungkin akan lebih memperhatikan hal-hal kecil, seperti percakapan dengan orang terdekat, makanan yang kita nikmati, perjalanan pulang, atau sekadar suasana sore yang biasanya tidak terlalu kita pikirkan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan menarik dalam film About Time (2013), film karya Richard Curtis yang menggabungkan kisah perjalanan waktu dengan cerita tentang keluarga, kehidupan, dan hubungan antarmanusia. Tokoh utamanya, Tim Lake, memiliki kemampuan untuk kembali ke masa lalu. Awalnya, kemampuan tersebut digunakan olehnya untuk memperbaiki kesalahan dan mendapatkan kehidupan yang ia inginkan. Namun, seiring berjalannya cerita, Tim mulai memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari mengubah kejadian sesuai dengan yang kita inginkan.
Tim kemudian belajar untuk menjalani hari-harinya dengan cara yang berbeda. Ia mencoba melihat kehidupan seolah-olah setiap hari adalah kesempatan kedua. Bukan karena ia benar-benar harus kembali ke masa lalu, tetapi karena ia sudah mengetahui betapa mudahnya seseorang melewatkan momen yang sebenarnya berarti. Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kita sering menjalani rutinitas harian kita tanpa benar-benar memperhatikannya. Bangun pagi, pergi kuliah atau berangkat kerja, mengerjakan tugas, bertemu teman, pulang, kemudian mengulang semuanya pada hari berikutnya. Karena sudah menjadi rutinitas akhirnya hari-hari tersebut pun terasa biasa. Kita terkadang lupa bahwa hari-hari tersebut tidak akan pernah kembali dalam bentuk yang sama.

Menariknya, About Time tidak mengatakan bahwa setiap hari harus dibuat istimewa. Justru sebaliknya, film ini menunjukkan bahwa kehidupan yang berarti dapat ditemukan dalam hal-hal yang sangat sederhana. Seperti contohnya hari biasa yang dihabiskan bersama keluarga atau teman bisa menjadi sesuatu yang berharga ketika kita benar-benar hadir di dalamnya. Mungkin kita memang tidak membutuhkan kemampuan untuk melakukan perjalanan waktu. Kita hanya perlu menjalani hari dengan sedikit lebih sadar akan keseharian hidup kita. Karena, suatu hari nanti, hari yang terasa biasa saat ini mungkin justru akan menjadi salah satu kenangan yang paling ingin kita ulangi.
Artikel ditulis oleh Ni Made Saisha Diva Sandriana