Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, berbagai kegiatan budaya mulai diselenggarakan di Bali sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus ruang ekspresi bagi masyarakat. Salah satu agenda budaya yang kembali digelar pada tahun ini adalah Badung Caka Fest 2026, sebuah festival yang menampilkan kreativitas generasi muda melalui seni ogoh-ogoh dan berbagai pertunjukan budaya lainnya. Festival ini diselenggarakan pada tanggal 6 – 8 Maret 2026 oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan tradisi budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Badung Caka Fest dikenal sebagai festival budaya yang identik dengan pameran dan lomba ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan patung berukuran besar yang biasanya menggambarkan sosok Bhuta Kala, yaitu raksasa simbol kekuatan negatif dalam kepercayaan masyarakat Bali. Patung tersebut kemudian diarak dalam sebuah pawai menjelang Hari Raya Nyepi sebagai simbol pembersihan alam semesta dari energi negatif. Tradisi ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya bagi para pemuda yang tergabung dalam kelompok sekaa teruna-teruni atau pemuda-pemudi di setiap banjar.

Sumber: Website/prokompim.badungkab.id

Pada penyelenggaraan tahun 2026, Badung Caka Fest kembali menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ratusan kelompok pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Badung turut ambil bagian dengan menampilkan karya ogoh-ogoh terbaik mereka. Telah terpilih sebanyak 21 sekaa teruna-teruni yang tampil dalam parade festival ini dengan menampilkan ogoh-ogoh yang dibuat melalui proses kreatif serta kerja sama tim yang kuat. 

Setiap karya yang ditampilkan menunjukkan kreativitas para pemuda dalam mengolah konsep visual, teknik pembuatan, serta pesan yang ingin disampaikan melalui karya tersebut. Salah satu kontestan, ketua Sekaa Teruna dari Banjar Seminyak Kaja yaitu I Made Ary Dwipayana, mengungkap kesan pesan nya menjadi salah satu banjar terpilih yang tampil dalam Badung Caka Fest 2026, “Saya dan teman-teman saya merasa sangat bahagia karena dapat mengikuti kegiatan lomba ini dan dapat melawan banyak kontestan lainnya sehingga dapat masuk ke finalis untuk tampil dalam festival ini.” 

Sumber: Website/detiknusantaranews.com

Selain parade ogoh-ogoh, Badung Caka Fest juga menghadirkan beberapa kegiatan lomba yang melibatkan generasi muda, seperti lomba ogoh-ogoh mini dan lomba video kreatif dengan tema budaya Bali. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam menyalurkan kreativitas sekaligus mengembangkan minat mereka di bidang seni dan budaya tradisional. 

Terdapat pula tenant UMKM bisnis kuliner yang berkolaborasi dalam membantu pembangunan ekonomi kreatif dalam lingkup komunitas. Festival ini tidak hanya memberikan ruang bagi generasi muda yang minat dalam seni dan budaya, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku usaha UMKM untuk meningkatkan penjualan dan brand awareness

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Melalui penyelenggaraan Badung Caka Fest, pemerintah daerah berharap festival ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Bali kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan. Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus berperan aktif dalam menjaga serta mengembangkan tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Badung sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi Bali di tengah perkembangan zaman.

 

Artikel ditulis oleh Ni Made Saisha Diva Sandriana