Sumber: Instagram/@aurelie

Judul : Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah

Pengarang : Aurelie Moeremans

Penerbit : E-Book versi pertama & Ohara Books versi cetak (Segera)

Tahun terbit : 2025

Jumlah halaman : 220 halaman

Belakangan ini, publik mulai menyoroti satu buku yang viral di media sosial pada awal tahun 2026. Buku ini memikat rasa penasaran publik karena mengangkat pengalaman pribadi seorang aktris, Aurelie Moeremans pasca sempat melewati fase sebagai korban child grooming saat ia remaja. Terdengar sensitif, tetapi sejak diluncurkan pada 10 Oktober 2025, buku ini mampu menggambarkan keberanian penulis dalam memberikan pandangan terhadap fase hidup yang penuh trauma dan kerentanan. Meskipun buku ini belum tersentuh genggaman pembaca secara langsung, melalui platform digital saja sudah dapat memicu ruang diskusi secara luas. Berkat ketenarannya, buku ini akan segera dirilis dalam bentuk cetak. 

Secara garis besar, Broken Strings merupakan kumpulan reflektif yang ditulis langsung oleh Aurelie dan mengisahkan perjalanan emosional dari masa-masa sulit hingga proses penerimaan diri. Ditulis secara personal dan jujur, buku ini mengajak pembaca menyelami pergulatan batin, tekanan hidup, rasa takut gagal, serta luka emosional yang kerap tersembunyi.

Melalui pengalamannya, Aurelie membantu pembaca mengenali tanda-tanda manipulasi emosional dan relasi yang tidak sehat, hal yang sering luput disadari, khususnya oleh anak dan remaja. Bahasa sederhana namun bermakna, Aurelie menggambarkan fase kehilangan arah, konflik batin, dan beban psikologis akibat ekspektasi serta tuntutan untuk selalu tampak kuat. 

Buku ini menegaskan bahwa mengakui kelemahan adalah langkah penting dalam penyembuhan. Tak hanya berfokus pada luka, Broken Strings juga menghadirkan kisah tentang bangkit, mengenal diri dengan lebih jujur, menetapkan batasan, dan menemukan makna hidup melalui refleksi serta penerimaan. Buku ini relevan dengan isu kesehatan mental dan menjadi ruang aman bagi pembaca yang pernah merasa rapuh, sekaligus menguatkan bahwa proses pemulihan adalah perjalanan yang manusiawi dan tidak dijalani sendirian.

Buku ini memiliki sejumlah kelebihan yang menonjol, terutama pada kemampuan penulis dalam mengemas kisah secara jujur dan sangat personal. Narasi yang disajikan terasa kuat dan menyentuh, sehingga pembaca dapat merasakan emosi yang dialami penulis secara mendalam. Selain itu, buku ini memberikan wawasan penting mengenai isu child grooming dari sudut pandang korban, sebuah perspektif yang jarang diangkat secara terbuka. Gaya penulisan yang digunakan pun tidak disertai romantisasi, sehingga realitas peristiwa yang digambarkan terasa apa adanya dan justru menghadirkan nilai edukatif yang kuat bagi pembaca.

Di sisi lain, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Struktur naratif yang disusun secara terfragmentasi dapat terasa cukup berat bagi pembaca yang terbiasa atau mengharapkan alur cerita yang linier dan runtut secara tradisional. Selain itu, pembahasan topik-topik yang sensitif berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga buku ini mungkin kurang sesuai bagi pembaca yang belum memiliki kesiapan emosional yang matang untuk menerima dan mencerna isi cerita secara utuh.

Broken Strings karya Aurelie Moeremans adalah memoar yang direkomendasikan untuk pembaca yang ingin memahami isu relasi toksik, trauma psikologis, serta dampak child grooming dalam kehidupan jangka panjang. Buku ini disampaikan dengan keberanian dan kejujuran, sehingga tidak hanya menjadi kisah personal, tetapi juga sarana edukasi yang membuka wawasan pembaca.

Cara penulisan yang lugas dan empatik membuat buku ini mudah dipahami tanpa menghilangkan kedalaman makna, sehingga relevan bagi berbagai kalangan. Buku ini sangat layak dibaca oleh orang tua, pendidik, remaja, serta siapa pun yang peduli terhadap kesehatan mental dan keselamatan emosional. Broken Strings bukan hanya memberi pemahaman, tetapi juga mendorong keberanian untuk bersuara, menetapkan batasan, dan memulai proses pemulihan. Sebuah bacaan penting yang mengingatkan bahwa kesadaran adalah langkah awal untuk melindungi diri dan orang lain.

 

Artikel ditulis oleh Hana Serena