Kini, nongkrong di kafe ternyata telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian mahasiswa. Hal itu menunjukkan adanya pergeseran makna penggunaan ruang sosial dari non-komersial menuju komersial. Ternyata peristiwa ini menjadi sebuah fenomena yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas untuk mengisi waktu luang, melainkan berkaitan terhadap pola interaksi sosial, budaya belajar, serta pembentukan identitas mahasiswa. Dalam beberapa kajian memberikan pemahaman mengenai faktor mengapa fenomena tersebut masif terjadi saat ini.
Sumber: Pinterest
Fenomena itu tertuang dalam penelitian “Fenomenologi Penggunaan Coffee Shop sebagai Ruang Belajar Mahasiswa dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar” yang diterbitkan dalam Jurnal Sosial dan Humaniora oleh Amelia Safitri, dkk. (2025). Berdasarkan kajian penelitian yang telah dilakukan, terdapat data yang menunjukkan bahwa mahasiswa memilih coffee shop sebagai tempat belajar karena suasananya dianggap nyaman. Dalam situasi ini, penelitian ditujukan pada mahasiswa UIN Sunan Kudus dengan menggunakan wawancara serta observasi.
Ternyata melalui studi literatur lain yang berjudul, “Studi Pustaka: Pemaknaan Aktivitas Nongkrong di Kafe dalam Ruang Sosial” yang diterbitkan dalam Jurnal Media Akademik (JMA) oleh Rizki Fahrizi, dkk. (2026), memberikan pemaparan bahwa kafe disebut telah berkembang menjadi “ruang ketiga” bagi mahasiswa. Dalam artian, kafe tidak hanya sekadar digunakan untuk membeli makanan atau minuman. Tetapi, dapat digunakan untuk membuat tugas, berinteraksi bahkan membentuk identitas diri.
Sumber: Pinterest
Melihat pergeseran fungsi sebuah kafe, memberikan pandangan bahwa setiap kehadiran mahasiswa ke kafe sebenarnya cukup kompleks. Ada yang datang karena memang ingin menyelesaikan tugas, ada yang ingin bertemu teman, ada juga yang sekadar merasa lebih nyaman berada di luar rumah atau kampus. Bahkan, pilihan untuk mengerjakan tugas di kafe bisa menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa saat ini. Kafe dengan desain yang menarik, suasana yang nyaman, dan fasilitas lengkap membuat aktivitas belajar terasa berbeda. Mengerjakan tugas tidak lagi harus selalu dilakukan di kamar atau perpustakaan.
Namun, dibalik kemudahan, fasilitas, serta kenyamanan yang diberikan ketika mahasiswa memilih kafe sebagai tempat untuk menuntaskan suatu tugas ataupun kerjaan. Ternyata, kita perlu memerhatikan kondisi kebutuhan, ekonomi, maupun produktivitas harian kita sebagai mahasiswa. Tentunya agar tujuan utama kita dapat terselesaikan, baik itu dalam kegiatan berinteraksi saja atau datang membawa tumpukan tugas, lalu pulang dengan tuntas. Pilihan ini ada di tangan kita masing-masing.
Artikel ditulis oleh Ni Putu Hana Serena Yenita