Kontroversi MinyaKita: Dari Takaran Kurang hingga Kelangkaan di Pasaran

Akibat sejumlah masalah yang muncul belakangan ini, merek minyak goreng bersubsidi MinyaKita, yang diluncurkan pemerintah pada 2022, kembali menjadi perhatian publik. Ketidaksesuaian volume minyak dalam kemasan merupakan salah satu masalah utama. Sebuah video viral di TikTok menunjukkan bahwa botol berlabel 1 liter hanya mengandung 750 mililiter. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa kasus tersebut adalah kasus lama yang telah ditangani.

Kelangkaan MinyaKita juga menjadi perhatian. Beberapa pedagang di Palangka Raya mempertimbangkan untuk menghentikan penjualan MinyaKita karena menghadapi pembeli yang ragu tentang takaran minyak. Namun, Menteri Perdagangan menegaskan bahwa distribusi tetap diawasi untuk memastikan ketersediaan dan harga yang stabil.

Pada Januari 2025, gudang PT Navtya Nabati Indonesia di Kabupaten Tangerang disegel oleh Kementerian Perdagangan karena diduga melakukan pelanggaran, termasuk produksi MinyaKita dengan volume yang tidak sesuai label dan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Operasi tersebut menyita 7.800 botol dan 275 dus MinyaKita.

Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap produsen dan distributor MinyaKita untuk mengatasi masalah ini. Untuk memastikan bahwa pelanggan mendapatkan produk yang sesuai dengan standar dan harga yang ditetapkan, tindakan tegas akan diambil. Disarankan agar masyarakat tetap waspada dan melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian pada produk MinyaKita.

Link Referensi:

https://news.detik.com/berita/d-7818332/bareskrim-minyakita-tak-sesuai-takaran-banyak-tersebar-di-jabodetabek/amp

 

Artikel ditulis oleh Chaerun Rachmania Saka