Film Na Willa menjadi salah satu film yang menarik untuk dibahas karena mengangkat cerita sederhana dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film ini berfokus pada tokoh Willa, seorang anak kecil yang melihat dunia di sekitarnya, yang berlokasi di sebuah gang di Surabaya, sebagai tempat yang penuh kebahagiaan. Melalui sudut pandang Willa, penonton diajak memahami bagaimana hal-hal kecil seperti bermain dengan teman dan aktivitas sehari-hari bisa terasa begitu berarti.

Cerita mulai berkembang ketika perubahan datang. Teman-teman Willa mulai bersekolah dan memiliki kesibukan masing-masing, sehingga suasana yang sebelumnya hangat perlahan berubah. Willa kemudian mencoba mengikuti mereka dengan masuk sekolah, namun justru menghadapi realita yang tidak sesuai dengan harapannya. Lingkungan baru yang ia temui terasa asing dan membuatnya harus beradaptasi dengan situasi yang berbeda.

Sumber: Website/CNN Indonesia

Film ini disutradarai oleh Budi Pekerti dan mengambil latar waktu di Surabaya pada masa lampau, yang ditampilkan melalui visual bernuansa hangat dan penuh nostalgia. Dengan durasi yang tidak terlalu panjang, film ini menyampaikan pesan tentang proses tumbuh dan perubahan yang dialami setiap individu.

Secara keseluruhan, Na Willa bukan hanya menceritakan kisah masa kecil, tetapi juga menggambarkan bagaimana seseorang belajar menerima perubahan dalam hidupnya. Dengan alur yang sederhana dan penyampaian yang tidak berlebihan, film ini berhasil memberikan kesan yang dekat dan relevan bagi penontonnya.

 

Artikel ditulis oleh Shafa Alifia