Seorang content creator merupakan individu yang memiliki tanggung jawab untuk membuat, merencanakan, dan mendistribusikan berbagai konten kreatif. Konten yang disajikan dapat berupa video, foto, tulisan, ataupun audio yang diunggah melalui platform media sosial, seperti YouTube, Instagram, TikTok, Blog, dan lain-lain. Belakangan ini, profesi content creator semakin dilirik oleh individu dan berbagai perusahaan. Fenomena ini terjadi karena content creator dianggap merupakan jalur instan untuk memperoleh penghasilan, meningkatkan popularitas pribadi maupun brand, dan kesempatan untuk bekerja secara freelance dengan modal perangkat sederhana. 

Seorang content creator memiliki target agar audiens terhibur, menampilkan konten mendidik, memberikan inspirasi, serta membangun engagement di media sosial. Banyak yang menyepelekan profesi content creator hanya perlu rekam dan foto ‘ala-ala’ tanpa peduli angle dan kualitas video atau foto. Namun, dibalik profesi yang katanya ‘ala-ala’ ini, terdapat proses riset, produksi, hingga analisis kinerja dari konten yang diunggah. 

Tidak ada hasil yang instan tanpa proses dan usaha. Begitupula dalam merintis sebagai content creator di era digital, terlebih dengan persaingan konten di platform media sosial. Tetapi, ada tips rahasia untuk meningkatkan engagement content bagi individu yang ingin memulai perjalanan karier di bidang content creation

Sumber: Pinterest/Jeff Bullas

Tips rahasianya adalah menunjukkan keunikan dari kepribadian diri yang ingin dikenalkan kepada audiens. Sebab sejauh apapun melangkah tanpa menggunakan strategi untuk menampilkan keunikan diri, creator akan kesulitan menemukan segmentasi audiens dan kendala dalam konsistensi konten jangka panjang. Dengan kuatnya persaingan di media sosial, audiens akan setia pada content creator dengan tayangan yang berbeda, unik, dan mudah diingat. 

Salah satu Alumni LSPR Bali Batch 1 yakni Elin Anjani, S.I.Kom., kini menjadi seorang content creator & Voice-Over Talent yang sukses merintis akun Instagram @balihints dengan menampilkan ciri khas vokalnya yang unik. Dalam wawancara pada acara ‘Bali Content Creator Day 2026’, Elin menyampaikan, “Temukan pembeda dulu, temukan keunikan dari diri kalian, kenali diri sendiri, dan pakai itu untuk personal branding.” Konsep sederhana itulah yang mampu menghantarkan Elin sebagai seorang content creator dalam meraih target yang diinginkan ketika membuat konten dan mendapat banyak tawaran kerja sama.

Mengenal kepribadian diri itu penting, yaitu sebuah strategi untuk membangun ‘Personal Branding.’ Personal branding menjadi acuan penting dalam membentuk realitas diri, terlebih dalam memulai perjalanan karier sebagai content creator. Dengan menjual keunikan diri melalui suara, tulisan, maupun aksi langsung, konten yang ditayangkan tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap orang lain.

Itulah pentingnya kolaborasi antara media digital dengan membangun personal branding. Sebab dengan ‘One Click’, siapapun dapat menjadi apapun. Temukan personal branding-mu, kini saatnya tunjukkan keunikan dengan percaya diri untuk memulai perjalanan menuju content creator populer. 

 

Artikel ditulis oleh Ni Putu Hana Serena Yenita