Tokyo Dome bukan sekadar stadion, melainkan tolok ukur kesuksesan global bagi idola K-Pop. Mampu tampil di panggung semegah Tokyo Dome, berarti telah memenangkan hati puluhan ribu penggemar Jepang, membuktikan popularitas yang solid, serta memperoleh pengakuan sebagai artis internasional papan atas. Sebagai salah satu stadion terbesar dan paling ikonik di Jepang, dengan kapasitas lebih dari 50 ribu penonton, Tokyo Dome telah lama menjadi simbol kejayaan musik. Tidak mengherankan apabila kesempatan menggelar konser di stadion ini menjadi impian bagi banyak penyanyi, termasuk para idola K-Pop.
Namun, tidak semua idola K-Pop berkesempatan untuk tampil di Tokyo Dome. Layaknya sebuah pencapaian bergengsi, hanya musisi atau idola dengan popularitas luar biasa yang mampu menggelar konser di stadion tersebut. Mereka yang berhasil tampil dianggap telah menembus pasar musik Jepang yang sangat kompetitif, sekaligus memikat hati para penikmat musik di Negeri Sakura. Kesuksesan itu biasanya diukur dari kemampuan menjual habis tiket konser dan memenuhi kursi penonton dengan ribuan penggemar.
Tokyo Dome kerap disebut sebagai “puncak prestasi” bagi idola K-Pop. Hanya grup atau penyanyi dengan basis penggemar yang kuat dan reputasi internasional yang mampu mengisi penuh kursi Tokyo Dome. Dalam sejarah K-Pop, hanya beberapa idola besar seperti TVXQ!, JYJ, Super Junior, BIGBANG, EXO, BLACKPINK, dan Stray Kids yang berhasil menggelar konser di Tokyo Dome selama tiga hari berturut-turut. Kini, giliran RIIZE yang bergabung dalam jajaran tersebut, bahkan dengan rekor baru sebagai grup K-Pop tercepat dalam sejarah yang menorehkan pencapaian itu, hanya dua tahun lima bulan setelah debut.
Sumber: X.com/riize_jpn
Melalui tur konser RIIZING LOUD, RIIZE sukses menggelar konser di Tokyo Dome pada 21-23 Februari 2026. Mereka mencatatkan rekor bersejarah dengan memukau 120 ribu penonton selama tiga hari. Seluruh tiket konser terjual habis, menegaskan popularitas luar biasa RIIZE di Jepang dan membuktikan daya tarik mereka yang semakin mendunia.
Konser ini terasa istimewa karena seluruh lagu dibawakan secara live dengan mikrofon genggam, menekankan kualitas vokal dan performa mereka. Setlist berisi 27 lagu dengan aransemen band, menempatkan All of You sebagai lagu utama, Flashlight yang sempat menduduki puncak Oricon Daily Singles Chart, serta versi Jepang dari Lucky, Be My Next, dan Love 119. RIIZE juga memberikan kejutan manis dengan membawakan cover lagu Lilac milik Mrs. Green Apple.
Konser dibuka dengan penampilan energik RIIZE melalui lagu “Fame”, yang menjadi gerbang resmi menuju rangkaian pertunjukan di Tokyo Dome. Lagu tersebut menandai dimulainya konser dengan semangat tinggi, sebelum dilanjutkan dengan rangkaian “Rise Masterpiece Party” yang terdiri dari “Get A Guitar”, “Boom Boom Bass”, dan “Fly Up”. Puncak kemegahan hadir ketika All of You dibawakan dengan dukungan brass band beranggotakan 32 orang, lengkap dengan seorang penari trombon yang menambah semarak suasana, menjadikan momen itu terasa seperti pesta musik yang tak terlupakan.
Sumber: X.com/riize_jpn
Pada penghujung pertunjukan, RIIZE menyampaikan apresiasi mendalam kepada penggemar mereka, BRIIZE. Secara serempak mereka menuturkan, “Kami berterima kasih kepada BRIIZE karena telah membantu kami mewujudkan impian kami. Berkat kalian, kami dapat berdiri di Tokyo Dome. Setiap detik pertunjukan terasa begitu indah dan penuh kebahagiaan. Melihat BRIIZE tersenyum cerah bersama kami membuat hati terasa benar-benar terhubung. Kenangan berharga ini akan kami simpan di hati untuk waktu yang lama.”
Ungkapan tersebut menegaskan kedekatan emosional antara RIIZE dan penggemar, sekaligus memperlihatkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dukungan yang kuat dari komunitas mereka. Konser di Tokyo Dome menjadi pencapaian monumental yang menunjukkan bagaimana generasi baru SM Entertainment mampu melanjutkan tradisi tampil di stadion ikonik Jepang. Dengan penjualan tiket yang habis terjual dan jumlah penonton yang mencapai 120 ribu orang, RIIZE menegaskan posisinya sebagai salah satu grup K-Pop paling menjanjikan, sekaligus memperluas pengaruh mereka di panggung internasional.
Artikel ditulis oleh Luh Made Ayu Dwi Cahyani