Industri film Korea Selatan kembali menghadirkan kejutan lewat genre horor. Kali ini, latar yang dipilih bukan rumah sakit angker atau hutan terpencil, melainkan Pulau Bali saat perayaan Hari Raya Nyepi. Film berjudul Taboo: The Silent Day ini disutradarai oleh Park Kyung Kun dan digarap bersama rumah produksi Showbox, yang sebelumnya sukses lewat film horor Exhuma. Kabar mengenai film ini mulai ramai dibahas pertengahan Juni 2026, setelah trailer perdananya dirilis dan judulnya masuk daftar penjualan Showbox di ajang Hong Kong FilMart.
Sumber: Instagram/@kulturdomestik
Pemilihan Nyepi sebagai latar bukan tanpa alasan. Hari suci umat Hindu ini identik dengan keheningan total selama 24 jam, lewat tradisi Catur Brata Penyepian yang melarang aktivitas, cahaya, hiburan, dan perjalanan. Suasana sunyi inilah yang dijadikan fondasi ketegangan cerita. Dalam film ini, sekelompok sahabat asal Korea Selatan yang berlibur di Bali tanpa sengaja memecahkan sebuah guci misterius tepat saat Nyepi berlangsung, melepaskan roh-roh pendendam yang kemudian meneror mereka. Namun, premis ini juga memicu perdebatan di kalangan netizen yang menilai penggunaan hari sakral sebagai latar horor kurang sensitif terhadap makna spiritualnya bagi umat Hindu Bali.
Dari sisi produksi, film ini menjadi debut penyutradaraan Park Kyung Kun, yang sebelumnya dikenal sebagai sinematografer dalam film kolaborasi Indonesia-Korea Selatan, The Verdict. Seluruh proses syuting dilakukan langsung di Bali, melibatkan kru dan pemeran dari Korea, dibintangi Kwon Da-ham yang dikenal lewat A Killer Paradox dan D.P., Choi Tae-eun dari Graceful Friends dan Checkmate, serta Lee Jeong-hoon yang pernah tampil dalam High School Love Story, berdampingan dengan aktor Indonesia seperti Della Dartyan dan Sujiwo Tejo. Kolaborasi lintas negara ini menambah lapisan otentisitas budaya pada film, meski jadwal tayang resminya masih belum diumumkan. Film ini dikabarkan akan tayang perdana di Festival Film Fantastis Internasional Bucheon (BIFAN) ke-30 pada 2–12 Juli 2026.
Sumber: Instagram/@kulturdomestik
Terlepas dari pro dan kontra yang menyertainya, Taboo: The Silent Day berhasil menarik perhatian publik dua negara sekaligus, baik karena keunikan setting-nya maupun perdebatan sensitivitas budaya yang ditimbulkannya. Bagi penggemar horor sekaligus pencinta budaya Bali, film ini bisa jadi tontonan yang menarik untuk diikuti perkembangannya. Yuk, pantau terus kabar terbaru soal tanggal rilis dan informasi resmi.
Artikel ditulis oleh Regina Valencia Elizabeth Kaunang