“Cintai Ususmu, Minum Yakult Tiap Hari.”

Siapa yang tak pernah mendengar slogan khas dari minuman ini? Yakult merupakan minuman susu fermentasi Jepang yang mendunia dan dikenal bermanfaat bagi pencernaan manusia. Yakult mengandung bakteri baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam usus. Minuman ini menjadi salah satu contoh inovasi di bidang kesehatan yang mudah dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali

Sejarah pembuatan Yakult berawal dari fenomena Perang Dunia II yang membuat masyarakat Jepang terserang penyakit, mengalami gizi buruk, berumur pendek, dan kesulitan akses obat murah. Oleh karena itu, penemu Yakult yaitu Dr. Minoru Shirota mencari solusi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempermudah aksesibilitas obat. Dr. Minoru Shirota yang merupakan dokter spesialis di bidang mikroorganisme dan virus akhirnya berhasil mengembangkan bakteri baik  bernama Lactobacillus casei Shirota strain (LcS) pada tahun 1930 di Laboratorium Mikrobiologi Kyoto Imperial University. 

Bakteri Lactobacillus casei Shirota strain diketahui memiliki kemampuan bertahan hidup hingga mencapai usus kecil dan akan bermanfaat bagi kesehatan manusia. Bakteri inilah yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan Yakult yang diproduksi dalam bentuk susu fermentasi dibawah perusahaan Yakult Honsha pada tahun 1935. Melihat Yakult yang diterima dan sangat disukai oleh masyarakat Jepang, Dr. Minoru Shirota ingin minuman ini dapat dikenal dan bermanfaat di seluruh dunia sehingga membuka cabang-cabangnya di berbagai negara termasuk Indonesia. 

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali

Yakult pertama kali masuk ke Indonesia dan dipasarkan pada tahun 1991 di Jl. Kiwi, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kehadiran susu Yakult mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya memindahkan pabriknya pada tahun 1997 di bawah kaki Gunung Halimun Salak di Cicurug, Pasawahan, Sukabumi, Jawa Barat. Dengan bertambahnya permintaan Yakult di Indonesia, yang awalnya hanya berdiri di Pulau Jawa, akhirnya berkembang luas dan tersedia hampir di seluruh provinsi Indonesia. Kini, di Indonesia sudah terdapat lebih dari 90 cabang PT. Yakult Indonesia Persada yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan. 

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, Yakult juga menghadirkan fasilitas edukatif berupa galeri. Salah satunya adalah Galeri Yakult Bali yang diresmikan pada 8 Maret 2023 dan berlokasi di Jl. Bypass I Gusti Ngurah Rai No. 546, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Tujuan didirikannya galeri ini yaitu untuk memberikan edukasi pentingnya menjaga kesehatan pencernaan manusia dan bagaimana Yakult mampu menjadi alternatif obat untuk masalah pencernaan, terutama usus.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali

Pada  26 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business Bali dan anggota club LSPR News Bali berkesempatan untuk mengunjungi galeri ini. Dalam kunjungan ini, para mahasiswa mendapatkan informasi edukatif untuk mengenal lebih dalam sejarah dan manfaat Yakult, serta pengalaman baru yang menyenangkan. Selama berkunjung, para peserta akan mengenal sejarah Yakult, melihat langsung bentuk bakteri Yakult dan bahan-bahan penunjangnya, penjelasan proses distribusi produk, sampai dengan minum Yakult bersama, dan melihat produk-produk Yakult dari berbagai negara.

Melalui inovasi dan edukasi yang berkelanjutan, Yakult tidak hanya menjadi minuman kesehatan. Yakult merupakan bagian dari gaya hidup sehat dan aksi peduli lingkungan dalam masyarakat modern, yang selama proses produksi hingga produk selesai dikonsumsi oleh konsumen, limbahnya dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat. Aksi ini merupakan bentuk komitmen Yakult berpartisipasi dalam program Sustainable Development Goals.

 

Penulis: Ni Made Saisha Diva Sandriana