Hubungan keluarga kadang nggak selalu hangat seperti yang terlihat. Ada momen di mana semuanya terasa biasa aja, tapi di dalamnya banyak hal yang sebenarnya belum selesai. Diam-diam ada jarak, ada gengsi, dan ada perasaan yang nggak pernah benar-benar diomongin. Suasana seperti inilah yang jadi topik utama dalam film Senin Harga Naik.
Cerita dalam film ini berjalan lewat kehidupan Mutia, seorang anak yang pernah memilih pergi dari rumah setelah konflik dengan ibunya. Dengan tekad ingin mandiri dan membuktikan diri, Mutia perlahan membangun kariernya sendiri. Tapi justru saat semuanya mulai terlihat baik, hidup membawanya kembali ke titik yang sama, yaitu rumah dan hubungan yang dulu sempat ia tinggalkan.
Sumber: Website/TIMES INDONESIA
Keadaan jadi makin rumit ketika pekerjaan yang ia jalani ternyata berkaitan langsung dengan usaha milik ibunya. Dari sini, film mulai memperlihatkan bagaimana pertemuan kembali itu bukan cuma soal pulang, tapi juga tentang menghadapi perasaan yang selama ini dihindari. Interaksi mereka terasa canggung, banyak hal-hal yang sebenarnya ingin disampaikan tapi nggak pernah benar-benar diucapkan.
Dengan alur yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Senin Harga Naik berhasil menyampaikan cerita tentang keluarga tanpa terasa berat. Ada momen hangat, ada juga yang bikin mikir, tapi semuanya disampaikan dengan cara yang sederhana. Film ini seperti pengingat kecil bahwa kadang, yang kita butuhkan bukan jawaban besar, cukup keberanian untuk mulai ngobrol lagi. Kalau kamu lagi butuh tontonan yang ringan tapi tetap punya makna, film ini bisa jadi pilihan!
Artikel ditulis oleh Shafa Alifia