Siapa sangka, perangkat audio yang sempat dianggap “jadul” ini kini kembali eksis dan ramai dipakai oleh anak muda. Belakangan ini, pengguna earphone kabel meningkat secara tiba-tiba. Produk yang sempat dianggap “ketinggalan zaman”, sekarang kembali muncul di kalangan GenZ, dipakai jalan-jalan, nongkrong, naik transportasi umum, bahkan jadi bagian dari gaya berpakaian atau fashion. Di saat dunia sedang berlomba-lomba menciptakan earphone wireless, fenomena seperti ini menarik perhatian publik lho! Penjualan earphone kabel bahkan kembali naik pada 2025 dengan pertumbuhan 3 persen, dan pada periode Juli hingga Desember 2025 penjualannya melonjak sekitar 10 persen, dengan puncak pertumbuhan hingga 20 persen dalam 6 minggu pertama.
Sumer: Website/idntimes.com
Lalu, apa yang bikin Gen Z ramai-ramai balik ke earphone kabel? Ternyata alasannya cukup masuk akal dan relate banget buat kehidupan sehari-hari. Yang pertama, soal kepraktisan. Pengguna tidak perlu repot pairing Bluetooth, menunggu perangkat terhubung, atau pun panik saat baterai habis. Selain itu, penggunaan earphone kabel juga membantu menghemat daya smartphone karena Bluetooth tidak perlu terus aktif.
Kedua, TWS memang praktis, tapi baterainya harus dicas, casing-nya nggak boleh hilang, Bluetooth-nya terkadang kesendat, dan kalau salah satu earbud hilang, bingung mencarinya kemana-mana dan aktivitas bisa berantakan. Beda sama earphone kabel yang kalau rusak atau nyangkut, masalahnya langsung keliatan.
Ketiga, untuk soal harga, Gen Z, mahasiswa, pekerja, atau siapa pun yang masih punya prioritas keuangan lain, earphone kabel jauh lebih ramah di kantong dibanding earphone wireless yang bagus dan bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Sumber: Website/bapak2.id
Selain faktor kepraktisan, ada satu faktor gaya hidup yang nggak kalah menarik: estetika retro dan digital fatigue. Gen Z sering dianggap generasi paling digital, tapi justru mereka juga punya ketertarikan besar sama hal-hal retro. Earphone kabel punya bentuk yang kelihatan, kabelnya menjuntai bisa masuk frame foto, dan memberikan kesan effortless dan aesthetic. Yang bikin fenomena ini makin menarik, ternyata tren ini bukan cuma milik Gen Z saja. Dikutip dari bapak2ID, menunjukkan bahwa 63% warganya lebih memilih earphone kabel, membuktikan bahwa fenomena ini tidak hanya hidup di kalangan Gen Z yang mengejar estetika, tapi juga di kalangan yang lebih dewasa. Jadi, ini bukan sekadar nostalgia atau ikut-ikutan tren, melainkan ini adalah kebutuhan pengguna yang punya dasar kuat. Di tengah kehidupan digital yang dipenuhi notifikasi, charging, dan koneksi wireless, banyak orang justru mulai mencari pengalaman yang lebih sederhana dan praktis.
Karena itu, earphone kabel kini bukan lagi sekadar perangkat lama, melainkan bagian dari tren baru yang terasa santai, nostalgik, sekaligus relatable bagi generasi muda. Gimana, kamu masih tim earphone wireless atau udah mulai balik ke kabel juga?
Artikel ditulis oleh Regina Valencia Elizabeth Kaunang