Di tengah gempuran ponsel pintar yang makin canggih, startup company teknologi asal Amerika Serikat, Light, justru mengambil arah yang berbeda. Perusahaan ini resmi memperkenalkan dan menghadirkan Light Flip, ponsel lipat bergaya retro yang mengingatkan pada era 2000-an, pada 21-22 Juli 2026 lalu. Uniknya, perangkat ini tidak menjalankan sistem operasi Android, melainkan LightOS, sistem minimalis buatan Light sendiri yang dirancang khusus untuk membantu pengguna mengurangi ketergantungan pada layar dan media sosial.
Sumber: Website/theverge.com
Ide di balik Light Flip sebenarnya datang langsung dari para penggemar produk sebelumnya, Light Phone III. Cofounder Light, Kaiwei Tang, mengungkapkan bahwa banyak pengguna secara konsisten meminta produk mereka hadir dalam wujud flip phone atau ponsel lipat, bukan sekadar ponsel minimalis biasa. Keinginan itu muncul karena banyak anak muda yang belum pernah merasakan sensasi menutup ponsel dan “membiarkan teknologi menghilang” yang menjadi ciri khas flip phone zaman dulu. Karena itulah, Light Flip sengaja dibuat tanpa layar eksternal sama sekali, sehingga pengguna dipaksa membuka ponsel secara sadar setiap kali ingin menggunakannya.
Meski tampil sederhana, dapur pacu Light Flip sebenarnya cukup modern. Ponsel ini mengusung layar OLED 2,8 inci beresolusi 480 x 640 piksel yang tidak mendukung touchscreen, sehingga semua navigasi dilakukan lewat keypad T9 dan tombol arah. Di baliknya, tertanam chipset MediaTek MT8873, RAM 6GB, penyimpanan 128GB, kamera belakang 50MP, port USB-C, serta dukungan jaringan 5G untuk fitur peta dan cuaca. Satu-satunya fitur yang absen adalah tap-to-pay, karena Light Flip tidak dibekali chip NFC. Light bahkan telah merilis SDK (Soft Development Kit) agar pengguna maupun developer pihak ketiga bisa membuat aplikasi sendiri, asal bukan aplikasi yang justru membuat orang lebih sering membuka ponsel.
Sumber: Website/Tech Crunch
Light Flip dibanderol USD 299 atau sekitar Rp4,8 – 5,3 juta, jauh lebih terjangkau dibanding Light Phone III yang dijual USD 699. Konsumen juga bisa memilih skema cicilan USD 39 per bulan selama 24 bulan yang sudah termasuk layanan seluler Light. Perangkat ini diposisikan sebagai ponsel kedua, bukan pengganti smartphone utama, dan dijadwalkan mulai dikirim awal tahun depan dalam beberapa pilihan warna. Bagi kamu yang merasa mulai lelah dengan notifikasi tanpa henti dan ingin mencoba menjauhkan diri dari smartphone tanpa kehilangan fungsi dasar seperti telepon dan peta, Light Flip bisa jadi opsi menarik untuk dipantau jelang peluncurannya, yuk cek terus perkembangan harga dan ketersediaannya di Indonesia!
Artikel ditulis oleh Regina Valencia Elizabeth Kaunang