Media sosial belakangan ini tengah diramaikan dengan roti berukuran kecil yang diberi julukan shiopan atau salt bread. Dengan bentuk yang serupa dengan croissant, roti ini memiliki asal-usul yang unik. Berawal dari seorang tukang roti sekaligus pemilik toko roti Pain Maison di Ehime Jepang bernama Hitoshi Hirata, yang terinspirasi dengan roti asin khas Jerman. Garam sangat dikaitkan dengan musim panas di Jepang, kondisi ketika tubuh kehilangan natrium dan air yang dikeluarkan melalui keringat. Inilah yang menjadi salah satu alasan roti ini dibuat dengan tujuan konvensional, karena saat musim panas di Jepang, garam yang terkandung di dalam roti memiliki tujuan untuk menggantikan ion tubuh yang hilang. 

Sumber: Website/Okonomi Kitchen

Sebelum jadi tren kuliner di Indonesia, roti garam sudah lebih dulu populer di Korea Selatan sekitar tahun 2022. Terkenalnya roti ini dipicu oleh kafe-kafe di Seoul yang pintar dalam mengemas ulang produk tersebut. Hal ini memicu Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan anak muda Korea Selatan. Roti garam mulai viral di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Melihat peminat yang meningkat pesat, kafe-kafe di Korea Selatan mulai berinovasi. Mereka membuat roti garam dengan isian krim susu, matcha, hingga menjadikannya sebagai roti lapis. Maka tidak heran jika banyak orang yang awalnya mengira roti garam berasal dari Korea Selatan. Gelombang inilah yang akhirnya menjadi jalan masuknya roti garam ke pasar Indonesia. 

Sumber: Pinterest/☆

Begitu masuk ke pasar Indonesia, roti ini berubah menjadi camilan premium dengan harga cukup tinggi untuk ukurannya yang kecil. Namun, nilai ini tidak lepas dari bahan-bahan berkualitas tinggi, terutama mentega yang berperan penting pada rasa roti tersebut. Banyak orang yang berpendapat bahwa dari segi visual, roti garam memang terlihat kurang menarik jika dibandingkan dengan pastry lainnya. Tapi ketika menyentuh lidah, orang-orang akan terkejut dengan rasanya yang unik. Berkat rasanya yang gurih dari mentega yang meleleh di dalam dan perpaduan garam kasar di atas roti, kudapan kecil ini mampu memberi variasi baru bagi masyarakat Indonesia yang umumnya lebih terbiasa dengan varian roti manis. 

 

Artikel ditulis oleh Dini Afiyatus Zahroh