Dunia perkuliahan kini tidak lagi berkutat kaku seputar mengerjakan tugas maupun aktif dalam kegiatan di kampus. Di tengah kesibukan tersebut, mahasiswa mulai tertarik dan memanfaatkan waktu luangnya untuk mencari penghasilan tambahan. Sebagian mahasiswa menganggap bahwa memiliki pekerjaan sampingan menjadi sebuah cara untuk mendapatkan uang saku, sekaligus menambah pengalaman sebelum terjun ke dunia kerja. Keinginan itu tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan finansial, tetapi ada pula mahasiswa yang ingin belajar mandiri, mencoba hal baru, mengasah kemampuan, ataupun sekadar memanfaatkan keterampilan yang sudah dimiliki di lingkungan luar kampus.

Kuliah tetap menjadi tanggung jawab utama. Oleh karena itu, pekerjaan sampingan yang dipilih perlu disesuaikan dengan jadwal perkuliahan. Freelance menjadi salah satu pilihan yang cukup menarik sebab umumnya pekerjaan ini berbasis proyek dan dapat disesuaikan dengan kesepakatan bersama. Tentunya selain mendapatkan penghasilan, mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman kerja dan membangun portofolio sejak masih duduk di bangku perkuliahan.

Lantas, pekerjaan freelance apa saja yang dapat dilakukan oleh mahasiswa tanpa harus mengorbankan waktu perkuliahan? Berikut terdapat rekomendasi pilihan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan serta waktu yang dimiliki.

Sumber: Pinterest

  1. Content Creator
    Bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada dunia kreatif di media sosial, content creator menjadi pilihan pekerjaan sampingan teratas! Pekerjaan ini memberi peluang untuk mengembangkan ide-ide kreatif seperti menyusun konsep, menulis naskah, teknik pengambilan foto dan video, hingga proses editing. Permintaan umum untuk pekerjaan ini adalah pembuatan video pendek yang engaging untuk media sosial bisnis skala kecil hingga brand ternama. Selain memperoleh bayaran, konten-konten tersebut dapat digunakan sebagai portofolio untuk project seterusnya.
  2. Social Media Admin
    Pekerjaan ini patut menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin bekerja dari jarak jauh secara fleksibel. Terlebih apabila familiar dengan cara kerja algoritma berbagai platform media sosial, didukung dengan kemampuan komunikasi tertulis yang baik. Tugas umum seorang Social Media Admin meliputi pembuatan caption, membantu mencari ide konten, menjadwalkan unggahan, hingga membantu membalas komentar atau pesan dari audiens.

  3. Writer atau Copywriter
    Gemar menulis dan ingin mengasah kemampuan menciptakan tulisan kreatif? Copywriter menjadi rekomendasi untuk mahasiswa yang suka bekerja dibalik layar, sekaligus mendapatkan kesempatan belajar menulis pesan atau informasi dengan menarik dan kreatif. Mahasiswa dapat menawarkan jasa membuat artikel, caption media sosial, deskripsi produk, maupun tulisan promosi.

  4. Graphic Designer
    Mahasiswa yang menggeluti dunia desain kini banyak yang memanfaatkan keahlian tersebut untuk pemasukan tambahan. Permintaan klien beragam dan mencakup berbagai kebutuhan seperti desain poster, konten gambar media sosial, slide presentasi, undangan digital, logo, hingga materi promosi. Tidak perlu memperhatikan software desain yang rumit untuk memulai, cukup dengan menggunakan aplikasi seperti Canva dapat menjadi modal awal untuk membuat berbagai karya visual.

  5. Tutor atau Pengajar Privat
    Freelance tidak selalu harus dilakukan secara online. Mahasiswa yang memiliki kemampuan dalam bidang tertentu juga bisa menjadi tutor atau pengajar privat. Sederhananya seperti mahasiswa yang menguasai matematika, Bahasa Inggris, atau bidang lainnya, dapat membuka jasa mengajar dengan jadwal yang dapat disepakati bersama, sehingga mahasiswa dapat menyesuaikannya dengan jadwal kuliah.

Sumber: Website/tutorindonesia.com

Memiliki pekerjaan sampingan dapat menjadi cara mahasiswa mendapatkan penghasilan sekaligus pengalaman. Namun, pekerjaan tetap perlu disesuaikan dengan jadwal kuliah agar berjalan selaras dengan tugas akademik dan waktu istirahat. Pekerjaan freelance saat ini sangat terbuka lebar bagi mahasiswa yang ingin mengasah kemampuan dan mencari pengalaman dalam dunia kerja, serta dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan membangun portofolio sejak masih kuliah. 

 

Artikel ditulis oleh Ni Putu Hana Serena Yenita