Pada tanggal 22 Mei 2026, PT Panasonic Indonesia kembali mengadakan pameran Panasonic-GOBEL Art Charity, Art with Heart yang ke-3 dengan tema “KAMI”. Pada pameran kali ini menghadirkan ruang refleksi tentang hubungan manusia, alam, serta keberagaman melalui karya seni rupa. Dengan mengusung tema “KAMI’ disimbolkan sebagai kebersamaan dalam bahasa Indonesia sekaligus spirit dari alam kepercayaan Shinto, dengan menampilkan 70 karya seni berupa lukisan dan instalasi karya seniman dari Jakarta, Bandung, Jogja, serta Surabaya dengan berbagai kemampuan karya seni yang berbeda-beda. Melalui tiga subtema utama: keluarga, teman dan masyarakat, serta alam dan lingkungan, para seniman mengajak para pengunjung memaknai pentingnya hidup berdampingan dengan harmonis. Pada panel setiap karya seni menggambarkan bagaimana keberagaman bukan jadi pemisah, melainkan menjadi kekuatan yang saling menjaga dan menghargai satu sama lain. dari makna rumah sebagai ruang pertama tumbuhnya kebersamaan, interaksi sosial pasar, hingga refleksi mengenai hidup modern yang sering hilang akibat tekanan dunia digital.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Panasonic-GOBEL Art Charity bukan hanya sekedar pameran karya seni saja, tetapi bentuk nyata dukungan terhadap inklusivitas dan pemberdayaan seniman difabel di Indonesia. Dengan adanya program ini Panasonic ingin mempertemukan seniman difabel dengan seniman ternama di Indonesia untuk tutut membangun ruang kolaborasi kreatif dengan setara dan bermakna. Pada tahun ketiga nya Panasonic menghadirkan dua aktivitas utama : business matching antara korporasi dan seniman difabel serta charity sale karya seni yang hasilnya akan didedikasikan kepada komunitas difabel melalui yayasan terkait. Dengan “KAMI”, Panasonic-GOBEL mengajak masyarakat kembali memahami arti kebersamaan, menjaga harmonis dengan alam, serta menghargai keberagaman yang menjadi bagian penting dalam kehidupan. Sejumlah seniman yang terlibat dalam pameran ini, diantaranya : Putu Sutawijaya, Ivan Sagit, hingga berbagai seniman muda serta difabel yang turut ikut menyuarakan makna kebersamaan melalui karya lukis mereka.
Artikel ditulis oleh Angelica Lydia Putri Yovale